-->

Perbedaan Asesmen Nasional dengan Ujian Nasional

Perbedaan Asesmen Nasional dengan Ujian Nasional - Perubahan baru yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan baru Pak Nadiem yaitu menyelenggarakan Asesmen Nasional dengan tujuan untuk mengevaluasi mutu pendidikan, 

Seperti yang kita ketahui sadar atau tidak sadar, dijaman yang sekarang ini jaman yang katanya serba canggih yang dibarengi dengan perkembangan teknologi yang sangat meningkat dibanding dengan 10 tahun belakangan perkembangan pengetahuan peserta didik bisa dikatakan bagus, kita tahu dengan perkembangan teknologi ini pengetahuan juga meningkat tajam. misalnya saja anak usia 5 tahun sudah pintar mengoprasikan gadget/ ponsel, namun hal itu tidak diimbangi dengan pendidikan karakter bisa dikatakan bahwa pendidikan karakter banyak dikesampingkan dan lebih mengutamakan nilai dan hasil pengetahuan saja.

Asesmen Nasional lebih memberikan gambaran yang lebih utuh dan luas mengenai mutu pendidikan, bukan hanya secara kognitif, namun juga karakter dan iklim belajar.


Berikut adalah beberapa perbedaan singkat Asesmen Nasional dengan Ujian Nasional

  • Tujuan penyelenggaraan Asesmen Nasional dan Ujian Nasional tidak sama. Seperti yang telah dijelaskan pada topik dan aktivitas sebelumnya, Asesmen Nasional bertujuan untuk mengevaluasi mutu sistem pendidikan di Indonesia, sedangkan Ujian Nasional bertujuan untuk mengevaluasi capaian hasil belajar siswa secara individu. 

  • AN diberlakukan untuk semua jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah pertama, dan pendidikan menengah atas. Ini termasuk MI, MTS dan MAN, serta program kesetaraan. Sementara UN berlaku mulai jenjang pendidikan menengah pertama dan atas saja.

  • Asesmen Nasional tidak diselenggarakan pada akhir jenjang pendidikan sebagaimana Ujian Nasional, melainkan di tengah jenjang pendidikan. Yaitu pada kelas 5, 8, 11. Hal ini dilakukan untuk mendorong guru dan sekolah melakukan tindak lanjut perbaikan mutu pembelajaran setelah mendapatkan hasil laporan AN. Jadi bukan sekedar untuk mengetahui capaian hasil belajar siswa sebagai salah satu syarat kelulusan.

  • Pada pelaksanaannya, Asesmen Nasional menggunakan metode survei. Metode survei dilakukan dengan mengambil sampel siswa diambil secara acak dari setiap sekolah. Berbanding terbalik dengan Ujian Nasional yang menggunakan metode sensus dimana semua siswa di seluruh Indonesia wajib mengikutinya.

  • Model soal asesmen yang diberikan dalam AN lebih bervariasi bukan sekedar pilihan ganda dan uraian singkat sebagaimana yang diberikan dalam UN.

  • Salah satu komponen hasil belajar murid yang diukur pada asesmen nasional adalah literasi membaca dan numerasi. Asesmen ini disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) karena mengukur kompetensi mendasar atau minimum yang diperlukan individu untuk dapat hidup secara produktif di masyarakat. Sementara Ujian Nasional berbasis mata pelajaran yang memotret hasil belajar murid pada mata pelajaran tertentu. Hal inilah yang terkadang memberi kesan mata pelajaran yang penting dan kurang penting dalam pendidikan. Dalam hal ini, AKM memotret kompetensi mendasar yang diperlukan untuk sukses pada berbagai mata pelajaran. 

  • Metode penilaian AN dan UN pun berbeda meskipun keduanya berbasis komputer. AN menggunakan metode penilaian Computerized Multistage Adaptive Testing (MSAT). MSAT ialah metode penilaian yang mengadopsi tes adaptif, dimana setiap siswa dapat melakukan tes sesuai level kompetensinya. .

Advertisement
Perbedaan Asesmen Nasional dengan Ujian Nasional